Kamis, 14 April 2016

SEJARAH & PROFIL JUVENTUS FC.



Juventus adalah legenda olahraga sepakbola. Pada November 1897, sekelompok pemuda di Liceo D’Azeglio hendak bermain bola di taman Piazza d’Armi yang biasa dijadikan arena lari dan pacuan kuda. Duduk di bangku cadangan Piazza d’Armi, ide itu muncul: mendirikan klub olahraga yang berkonsentrasi pada sepakbola.
Nama Juventus tidak langsung disandang klub ini. Bermula dari "Societa Via Port", kemudian "Societa sportive Massimo D’Azeglio", dan yang terakhir "Sport Club Juventus". Nama tersebut mampu menarik hati para pendiri sehingga mereka pun sepakat menggunakannya.
Juventus berbasis di Turin, Piedmont, Italia. Klub ini telah mengarungi beragam sejarah manis dan merupakan klub tersukses dalam sejarah Liga Italia Seri-A. Tidak main-main, 28 gelar juara ada di tangan, dan menempatkannya sebagai klub terbaik Italia abad ke-20.
1.    SEJARAH JUVENTUS
Pada 1897, Juventus mulai diperhitungkan, meskipun dalam laga pertama melawan Torino FC, mereka menjadi bulan-bulanan. Rupanya, bukan angka gol yang menarik pemerhati bola saat itu, namun skill individu yang terbilang lumayan, bahkan menangguk pujian lawan. Pujian tersebut memicu semangat berlatih lebih baik. Pada 1900, Juventus ambil bagian di liga profesional, dan mencapai final di musim kompetisi 1903 dan 1904.
Sukses pertama digenggam pada 1905 saat secara ajaib Juventus menjuarai grup Piedmont, mengandaskan Milan dan menahan seri Genoa. Maka, Federasi Sepakbola Italia tak memiliki alasan untuk tidak menganugerahkan pelat juara. Sukses kedua hampir diraih kalau saja Juventus tidak memutuskan walk-out dari partai final kompetisi 1906 melawan AC Milan.
Pasca 1906 merupakan tahun-tahun sulit. Diawali keputusan Chairman Dick dan beberapa pemain andalan meninggalkan klub, diperparah kehadiran tim tangguh Pro Vercelli dan Casale yang bergantian merebut posisi puncak. Pada 1915, Italia terlibat Perang Dunia I, berimbas pada penundaan kompetisi. Tak hanya itu, beberapa pemain dan ofisial yang turut terjun dalam perang, sebagian gugur atau hilang tak tahu rimbanya.
Juventus baru meraih momentum kembali pada 1920 saat membungkam Genoa di final Grup Utara, walaupun gagal mencicipi gelar juara yang jatuh ke tangan Inter Milan. Edoardo Agnelli, pemilik FIAT, mengambil alih Juventus pada 1923. Ia membangun stadion untuk markas Juventus dan menyuntikkan semangat baru yang mengantarkannya meraih scudetto kedua pada 1925, menekuk klub Alba Roma dengan agregat 12-1.
– Tahun berdiri: 1897
– Markas: Stadion Comunale, Turin (kapasitas 27.994 orang)
– Julukan: Bianconeri, The Old Lady
– Warna kaos: hitam dan putih
– Pencetak gol terbanyak sepanjang masa: Alessandro Del Piero
– Juara Seri A: sebanyak 28 kali yaitu pada tahun 1905, 1925-1926, 1930-1931, 1931-32, 1932-1933, 1933-34, 1934-35, 1949-1950, 1951-1952, 1957-58, 1959 -60, 1960-61, 1966-1967, 1971-1972, 1972-73, 1974-75, 1976-1977, 1977-78, 1980-81, 1981-82, 1983-84, 1985-86, 1994-1995 , 1996-97, 1997-98, 2001-02, 2002-03, 2011-12
– Juara Coppa Italia: sebanyak 9 kali yaitu pada tahun 1937-38 1941-42, 1958-59, 1959-1960, 1964-65, 1978-79, 1982-83, 1989-90, 1994-1995
– Juara Liga Champions: sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1984-85, 1995-1996
– Juara Piala Winners: sebanyak 1 kali yaitu pada tahun 1983-1984
– Juara Piala UEFA/Liga Europa): sebanyak 3 kali yaitu pada tahun 1976-1977, 1989-1990; 1992-1993
– Juara Piala Interkontinental: sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1985, 1996
– Juara Piala Super Eropa: sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1984, 1996
2.    11 PEMAIN TERBAIK JUVENTUS
Berikut ini adalah deretan punggawa-punggawa Juventus yang berhasil menghadirkan trofi bagi Juventus :
1. Antonio Conte
layak dikedepankan sebagai sosok utama dalam Scudetto ke-28 Juventus. Sosok yang diangkat sebagai pelatih Juventus di awal musim 2011/2012 langsung menghadirkan trofi Serie A di tahun perdananya. Pria kelahiran Lecce, 31 Juli 1969 ini merupakan eks punggawa Juventus dalam kurun waktu 1991 hingga 2004. Sewaktu memperkuat Juventus, Conte menjadi sosok gelandang tangguh dan dianggap sebagai salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang sejarah Bianconeri. Sehingga, tidak heran Conte diangkat sebagai kapten tim sebelum akhirnya ban kapten diberikan kepada Del Piero. Saat Del Piero mengalami cedera panjang selama musim 1998-1999, ban kapten kembali melingkar di tangan Conte dan membawa Juventus ke semifinal Liga Champions. Ban kapten tetap melingkar di tangan Conte hingga musim 2001/2002. Pemiliki 419 caps dan 44 gol sepanjang karirnya di Juventus tersebut pun sempat membawa Juventus ke partai puncak Liga Champions 2002/2003 sebelum akhirnya kandas oleh AC Milan melalui adu penalti. Sepanjang karirnya bersama Juventus, Conte telah mempersembahkan lima gelar Serie A (1995,1997.1998,2002,2003), satu gelar Liga Champions (1996), satu Piala Uefa (1993), serta satu Piala Intertoto (1999).

2. John Hansen
menjadi punggawa Juventus dalam rentang 1948 hingga 1954. Eks striker asal Denmark ini mencetak 124 gol dalam 187 pertandingan sepanjang karirnya di Juventus. Selama di Juventus, Hansen pun sempat menorehkan namanya sebagai Capocannoniere Serie A musim 1951/1952 dengan raihan 30 gol. Eks pemain yang awalnya hampir bergabung dengan rival sekota Juventus, Torino tersebut melegenda berkat duet maut dengan kompatriotnya asal Denmark, Karl Aage Praest. Keran gol eks pemain berperawakan tinggi tersebut mengalir deras berkat sodoran umpan-umpan Praest yang bermain di sektor sayap. Duet Denmark tersebut pun berhasil menghantarkan Juventus sebagai juara Serie A musim 1949/1950. Hansen sendiri pun mencetak 28 gol dalam 37 pertandingan. Di musim berikutnya, Juventus menghadirkan sosok Denmark lainnya, Karl Aage Hansen. Berkat kerjasama Hansen bersama dua kompatriotnya tersebut, Bianconeri berhasil merebut gelar scudetto pada musim 1951/1952. John Hansen pun dianugerahi gelar capocannoniere musim tersebut dengan gelontoran 30 gol. Sepanjang enam tahun karirnya di Juventus, Hansen telah mengoleksi 124 gol dari 87 pertandingan.
3. Paolo Montero
dikenang sebagai benteng pertahanan Juventus pada 1996 hingga 2005. Selain dikenal sebagai sosok bek tangguh, pria asal Uruguay tersebut juga dikenal sebagai sosok pemain yang tenang saat mengawal jantung pertahanan. Eks pemain yang fasih bermain di sentral dan kiri pertahanan tersebut juga dikenal sebagai pemain langganan kartu merah akibat dari gaya bermainnya yang cenderung keras. Eks pemain yang mengakhiri karirnya bersama klub Uruguay, Penarol pada 2007 itu merupakan pemain yang menerima kartu merah terbanyak di Serie A. Namun, eks pemain yang didatangkan Juventus dari Atalanta tersebut berhasil menghadirkan empat scudetti (1997, 1998, 2002, 2003), dua gelar Coppa Italia (2002 dan 2004), tiga gelar Super Coppa Italia (1997, 2002, 2003), Piala Super Erropa (1996), Piala Interkontinental (1996), serta satu Piala Intertoto (1999).
4. Pavel Nedved
didatangkan Juventus dari Lazio pada bursa transfer musim panas 2001 untuk menggantikan Zinedine Zidane yang dilepas Juventus ke Real Madrid. Sosok asal Republik Ceko tersebut pun menjawab keraguan publik Delle Alpi. Eks pemain kelahiran 30 Agustus 1972 tersebut menghadirkan trofi scudetto di musim debutnya bersama La Vecchia Signora. Semusim berselang, 2002/2003, eks pemain yang dijuluki Furia Cieca oleh tifosi Juventus tersebut kembali menghadirkan scudetti kedua di tahun keduanya di Delle Alpi. Pada tahun yang sama, Nedved juga berhasil membawa Juventus ke final Liga Champions di Old Trafford. Nedved sendiri tidak bermain di babak final akibat akumulasi kartu kuning. Meskipun gagal membawa Juventus meraih trofi Liga Champions, Nedved dinobatkan sebagai Pesepakbola Eropa Terbaik 2003. Selain trofi scudetto (2001/2002 dan 2002/2003), Sosok yang tetap bertahan di skuad Bianconeri meskipun terdegradasi ke Serie B tersebut juga menghadirkan trofi Super Coppa Italia di tahun yang sama. Nedved kemudian mengundurkan diri dari kancah sepak bola pada akhir musim 2008/2009. Eks pemain yang mengoleksi 247 caps dan 50 gol bersama sepanjang karirnya bersama Juventus tersebut pun kini bergabung dalam jajaran manajemen Juventus.
5. Gianluca Pessoto
bergabung dengan Juventus pada 1995. Kehadiran Pessoto membantu Juventus menghadirkan sebutan tim dengan pertahanan terkuat. Selama 12 tahun karirnya di Juventus (1995-2006), eks bek tangguh itu telah mengoleksi 250 caps dan dua gol. Sepanjang karirnya, eks pemain kelahiran 11 Agustus 1970 itu telah menyumbangkan 4 scudetti (1997, 1998, 2002, 2003), 1 Coppa Italia (1995), 4 Super Coppa Italia (1995, 1997, 2002, 2003), Liga Champions (1996), Piala Super Eropa (1996), Piala Interkontinental (1996), serta Piala Intertoto (1999).
6. Gianluigi Buffon
tidak diragukan lagi menjadi calon legenda Juventus. Pemain yang mengawali karirnya bersama Parma tersebut berkembang menjadi salah satu kiper terbaik di dunia saat ini. Terakhir, kiper yang dianugerahi gelar Kiper Terbaik Serie A delapan kali tersebut berhasil membawa Juventus meraih scudetto 2011/2012. Sejak didatangkan Juventus dari Parma pada 2001, Buffon menjadi sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Juventus. Pemain yang mendapat julukan Superman tersebut telah menghadirkan tiga scudetti bagi Juventus (2002, 2003, 2012), belum termasuk 2 scudetti yang dicabut. Buffon pun bersama Alessandro Del Piero, David Trezeguet dan Pavel Nedved pun tetap setia di Delle Alpi ketika Juventus didegradasi ke Serie B. Hingga saat ini, kiper yang membawa Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 tersebut telah mengantungi 324 caps bersama Juventus.
7. Alessandro Del Piero
tak pelak telah menjadi ikon Juventus sejak bergabung pada 1993. Del Piero layak menjadi legenda Juventus setelah mencetak 207 gol dari 512 penampilan bersama La Vecchia Signora di Serie A. Namanya pun termasuk ke dalam 125 pemain terbaik di dunia versi Pele. Pemain yang biasa berposisi sebagai penyerang dan penyerang lubang tersebut telah menyumbangkan 6 Scudetti bagi Bianconeri (1995, 1997, 1998, 2002, 2003, 2012), 2 gelar lainnya dicabut akibat skandal calciopolli. Selain itu, pememgang rekor gol Juventus (289 gol) tersebut telah menyumbangkan 4 Super Coppa Italia, 1 Coppa Italia, 1 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, 1 Piala Intertoto, dan 1 Piala Interkontinental. Del Piero pun tercatat sebagai pemain yang paling banyak membela Juventus di berbagai kompetisi dengan 700 penampilan. Gelar Scudetto 2012 pun nampaknya akan menjadi sumbangan gelar terakhir Del Piero untuk Juventus setelah kontraknya yang berakhir musim ini tidak diperpanjang oleh pihak Juventus.
8. Ciro Ferrara
merupakan salah satu bek terbaik yang pernah bermain untuk Juventus. Sosok yang sempat melatih Juventus pada musim 2010/2011 tersebut merupakan salah satu pilar penting Juventus di dekade 90-an. Ferrara mengawali karir sepak bolanya bersama Napoli. Sepuluh musim bersama Napoli, Ferrara kemudian hijrah ke Juventus pada 1994. Total 40 penampilan dan satu gol dicapai Ferrara di musim perdananya bersama Juventus. Ferrara pun pernah tercacat sebagai kapten Juventus pada rentang 1995 hingga 1996. Sosok kelahiran 11 Februari 1967 ini kemudian berhasil menghadirkan 6 scudetti bagi Juventus, selain 1 Coppa Italia, 2 Supercoppa Italia, Liga Champions, Piala Uefa, Piala Interkontinental, dan Piala Super Eropa. Deretan prestasi tersebut pun membuatnya dianggap sebagai salah satu bek terbaik di dunia pada eranya. Ferrara kemudian pensiun dari sepak bola sebagai pemain Juventus pada tahun 2005. Bersama Juventus, Ferrara telah melakoni 253 caps dan 15 gol di Serie A.
9. Michel Platini
merupakan salah satu pesepak bola terbaik di dunia sepanjang sejarah. Bergabung bersama Juventus pada 1982, Platini berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik di masa itu. Legenda asal Perancis tersebut pun dua kali dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or pada 1984 dan 1985, pemain pertama yang melakukannya sejak penghargaan tresebut pertama kali diberikan pada 1982. Wajar, selama 5 musim memperkuat Bianconeri, Platini telah menghadirkan 2 Scudetti (1984, 1986), Coppa Italia (1983), Piala Winner (1984), Piala Interkontinental (1985), Piala Super Eropa (1984). Platini sendiri kemudian pensiun sebagai pemain sepak bola bersama Juventus pada 1987. Bersama Juventus di Serie A, Platini telah mencicipi 147 caps dan 68 gol.
10. Dino Zoff
tak terlepaskan dari sejarah Juventus. Kiper peringkat tiga terbaik abad ke-20 versi IFFHS ini meraih 6 scudetti bersama Juventus (1973, 1975, 1977, 1978, 1981, 1982), 2 Coppa italia (1979, 1983), serta satu Piala UEFA (1977). Zoff pun pernah tercatat sebagai pemain tertua dan terbanyak tampil di Serie A (570 pertandingan) sebelum akhirnya rekor tersebut dipecahkan oleh Marco Ballota dan Paolo Maldini. Zoff memperkuat Juventus pada rentang 1972 hingga pnsiun pada 1983 dengan 330 penampilan di Serie A.

11. Alessio Tacchinardi
merupakan salah satu gelandang bertahan yang pernah dimiliki oleh Juventus. Bersama Juventus, Tacchinardi telah meraih 17 trofi. Tacchinardi bahkan termasuk ke dalam 50 pemain Juventus yang namanya dibadikan di stadion baru Juventus, The Juventus Stadium. Sepanjang karirnya di Juventus, Tacchinardi meraih 5 Scudetti, 1 Piala Italia, 4 Piala Super Italia, 1 Piala Interkontinental, 1 Liga Champions, 1 Piala Intertoto, serta 1 Piala Super Eropa.
 
3.   PROFIL JUVENTUS STADIUM
Stadion Juventus (sebelumnya dikenal dengan nama Juventus Arena) adalah sebuah nama stadion sepak bola di Torino, Piemonte yang menjadi stadion tuan rumah untuk pertandingan klub sepak bola Juventus. Stadion ini resmi dibuka pada 8 September 2011 dan memiliki kapasitas 41.000 penonton.
Stadion ini dibangun di atas lahan bekas Stadion Delle Alpi. Beberapa perbedaan antara stadion sebelumnya dengan stadion yang baru ini, antara lain jarak tribun yang sangat dekat dengan lapangan, yaitu sekitar 7,5 meter. Sementara jarak grandstand utama stadion ini berjarak sekitar 49 meter dari lapangan. Stadion Juventus ini mengambil model dari stadion-stadion di Inggris.
Stadion kandang Juventus sebelumnya yaitu Stadion Delle Alpi dipakai pada tahun 1990 untuk menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA 1990. Kepindahan klub ke Delle Alpi dari stadion sebelumnya yaitu Stadion Comunale dianggap kontroversial pada saat itu. Kepindahan Juventus ke Delle Alpi juga dipenuhi kritik karena jarak pandang dari tribun penonton ke lapangan dianggap terlalu jauh dan menyulitkan bagi penonton yang datang sehingga menjadikan Juventus saat itu justru lebih banyak yang menontonnya dari siaran langsung televisi. Kapasitas Delle Alpi adalah 67.000 kursi tetapi hanya setengahnya saja yang kerap terisi setiap Juventus bermain di sana.[4] Juventus kemudian membeli Delle Alpi dari Pemerintah Daerah Torino pada tahun 2003.
Juventus kemudian pindah dari stadion yang tidak populer tersebut pada tahun 2006 dan mulai berencana untuk membangun tempat yang lebih menyenangkan bagi pemain dan penggemar. Saat itu, mereka berbagi Stadion Olimpiade Torino yang baru direnovasi dengan klub sekota Torino F.C., yang juga kurang populer karena kapasitasnya yang kecil.
Pada November 2008, klub mengumumkan rencana untuk membangun stadion berkapasitas 41.000 penonton di bekas lokasi Stadion Delle Alpi. Stadion baru tersebut dibangun dengan biaya €100 juta (£90 juta) dan diputuskan bahwa lintasan atletik yang menjadi ikon Delle Alpi akan dihapuskan dan akan membuat stadion yang mirip dengan stadion sepak bola di Inggris. Juventus menjadi klub Italia pertama yang membangun dan memiliki stadion sendiri.
Upacara pembukaan stadion diadakan pada tanggal 8 September 2011, dengan pertandingan eksibisi sejarah melawan Notts County, sebuah tim sepak bola dari Nottingham, Inggris. Pertandingan berakhir 1–1 dengan gol dari Luca Toni dan Lee Hughes pada babak kedua. Sebagai tanda terima kasih, Notts County kemudian mengundang Juventus untuk bertanding kembali di Meadow Lane pada tahun 2012 untuk merayakan ulang tahun ke-150 klub tersebut.
Pertandingan resmi perdana Juventus di stadion ini adalah pada laga pembuka musim Serie A 2011-12 tanggal 11 September 2011 melawan Parma. Stephan Lichtsteiner mencetak gol resmi pertama Juventus di stadion ini pada menit ke-17. Juventus memenangi pertandingan ini dengan skor 4–1.
Jumlah penonton terbanyak yang datang ke Juventus Stadium tercatat mencapai angka 40.045 pada tanggal 20 Maret 2012 untuk pertandingan Piala Italia melawan AC Milan yang berakhir 2–2 dengan kemenangan agregat 3–2 untuk Juventus. Sementara, jumlah penonton terbanyak yang menghadiri pertandingan Serie A adalah 38.686 yang tercatat pada 22 April 2012 saat Juventus melawan AS Roma. Juventus memenangkan pertandingan tersebut dengan skor dominan 4–0.

 4.    Daftar Nama Pemain Skuad Juventus Terbaru 2015-2016
Tidak ada yang menyangkal kalau Si Nyonya Tua adalah klub Serie terbaik saat ini dan sulit untuk ditaklukkan oleh klub-klub sesama Liga Italia untuk urusan merebut Scudetto. Hal tersebut sudah terlihat jelas pada kompetisi beberapa edisi terakhir.
Sebagai klub jawara, klub unggulan dan juga klub besar yang kaya raya dibuktikan kepemilikan stadion sendiri, tak heran kalau tim asal kota Turin ini selalu berupaya untuk membeli pemain bintang. Akan tetapi ancaman pembajakan pemain oleh klub lain juga tak sedikit, salah satu pemainnya yang diburu banyak klub besar adalah Paul Pogba dan sudah resmi pindah ke Bayern Munchen adalah Arturo Vidal. Padahal pemain ini juga sangat vital kontribusinya pada tim di sektor gelandang serang. Bersama Pogba, ia mengantar Juve ke final Liga Champions musim lalu dan merebut Scudetto di bawah tangan dingin Massimiliano Allegri.
Dominasi pemain Itali dalam skuad Juventus terbaru 2015-2016 masih cukup terasa walau banyak pemain asing dari negara lain yang punya nama besar juga ikut dikontrak sejak beberapa musim lalu. Nama besar Gigi Buffon masih ada dalam daftar, ada pula Evra dan Khedira. Sayangnya Carlos Tevez sudah dijual ke klub lain yaitu dibeli oleh klub asal negaranya, Boca Juniors yang merupakan salah satu klub terbaik di Argentina.
Kiper Juventus
Gianluigi Buffon (Italia) 37 tahun
Rubinho (Brasil) 33 tahun
Emil Audero (Italia) 18 tahun
Neto (Brasil) 26 tahun
Bek Juventus
Andrea Barzagli (Italia) 34 tahun
Hordur Magnusson (Islandia) 22 tahun
Leonardo Bonucci (Italia) 28 tahun
Martin Caceres (Uruguay) 28 tahun
Giorgio Chiellini (Italia) 30 tahun
Paolo De Ceglie (Italia) 28 tahun
Patrick Evra (Perancis) 34 tahun
Stephan Lichtsteiner (Swiss) 31 tahun
Giulio Parodi (Italia) 17 tahun
Filippo Romagna (Italia) 18 tahun
Daniele Rugani (Italia) 21 tahun
Gelandang Juventus
Kwadwo Asamoah (Ghana) 26 tahun
Mauricio Isla (Chili) 27 tahun
Sami Khedira (Jerman) 28 tahun
Roman Macek (Republik Ceko) 18 tahun
Claudio Marchisio (Italia) 29 tahun
Simone Padoin (Italia) 31 tahun
Roberto Pereyra (Argentina) 24 tahun
Paul Pogba (Perancis) 22 tahun
Stefano Sturaro (Italia) 22 tahun
Andres Tello (Kolombia) 18 tahun
Guido Vadala (Argentina) 18 tahun
Mattia Vitale (Italia) 17 tahun
Penyerang / Striker Juventus
Alberto Cerri (Italia) 19 tahun
Luca Clemenza (Italia) 18 tahun
Kingsley Coman (Perancis) 19 tahun
Paulo Dybala (Argentina) 21 tahun
Mario Mandzukic (Kroasia) 29 tahun
Alvaro Morata (Spanyol) 22 tahun
Simone Zaza (Italia) 24 tahun
  
5.    PROFIL PELATIH JUVENTUS 2014 - .... (MASSIMILIANO ALLEGRI)
Massimiliano Allegri (lahir 11 Agustus 1967; umur 48 tahun) adalah seorang manajer dan mantan pemain sepak bola Italia. Saat ini ia melatih di Juventus FC. Sebelumnya ia adalah pelatih kepala klub Serie A, Milan hingga Januari 2014. Pada musim 2010–11, Allegri membawa tim asuhannya Milan memenangkan trofi liga Serie A pertamanya sejak terakhir kali tahun 2004.
Awal kariernya dihabiskan untuk bermain di liga yang lebih rendah, termasuk di klub kota kelahirannya Livorno, Allegri bergabung dengan Pescara pada tahun 1991. Pescara kemudian berhasil promosi ke Serie A pada tahun 1992. Allegri adalah seorang pemain yang luar biasa untuk Pescara di Serie A. Meskipun akhirnya timnya terdegradasi, namun Allegri mencetak 12 gol yang mengesankan dari lini tengah. Dia pindah ke Cagliari dan kemudian ke Perugia dan Napoli sebelum kembali ke Pescara. Ia juga sempat membela klub Pistoiese dan Aglianese sebelum akhirnya pensiun dari sepak bola aktif pada tahun 2003.
Dia dilarang bermain selama satu tahun pada tahun 2001 bersama dengan enam pemain Italia lainnya karena melakukan pengaturan pertandingan setelah pertandingan Coppa Italia pada tahun 2000. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) juga menghukum satu tahun Fabio Gallo, Sebastiano Siviglia, dan Luciano Zauri dari klub Serie A, Atalanta, dan Alfredo Aglietti dari klub Serie B, Pistoiese.

Prestasi

Manajer                                                                                 

Sassuolo
Milan
Juventus
REFRENSI:

1 komentar: