Juventus
adalah legenda olahraga sepakbola. Pada November 1897, sekelompok pemuda
di Liceo D’Azeglio hendak bermain bola di taman Piazza d’Armi yang biasa
dijadikan arena lari dan pacuan kuda. Duduk di bangku cadangan Piazza d’Armi,
ide itu muncul: mendirikan klub olahraga yang berkonsentrasi pada sepakbola.
Nama
Juventus tidak langsung disandang klub ini. Bermula dari "Societa Via
Port", kemudian "Societa sportive Massimo D’Azeglio", dan yang
terakhir "Sport Club Juventus". Nama tersebut mampu menarik hati para
pendiri sehingga mereka pun sepakat menggunakannya.
Juventus
berbasis di Turin, Piedmont, Italia. Klub ini telah mengarungi beragam
sejarah manis dan merupakan klub tersukses dalam sejarah Liga Italia Seri-A.
Tidak main-main, 28 gelar juara ada di tangan, dan menempatkannya sebagai klub
terbaik Italia abad ke-20.
1.
SEJARAH JUVENTUS
Pada
1897, Juventus mulai diperhitungkan, meskipun dalam laga pertama melawan Torino FC,
mereka menjadi bulan-bulanan. Rupanya, bukan angka gol yang menarik pemerhati
bola saat itu, namun skill individu yang terbilang lumayan, bahkan menangguk
pujian lawan. Pujian tersebut memicu semangat berlatih lebih baik. Pada 1900,
Juventus ambil bagian di liga profesional, dan mencapai final di musim
kompetisi 1903 dan 1904.
Sukses
pertama digenggam pada 1905 saat secara ajaib Juventus menjuarai grup Piedmont,
mengandaskan Milan dan menahan seri Genoa. Maka, Federasi Sepakbola Italia tak
memiliki alasan untuk tidak menganugerahkan pelat juara. Sukses kedua hampir
diraih kalau saja Juventus tidak memutuskan walk-out dari partai final
kompetisi 1906 melawan AC
Milan.
Pasca
1906 merupakan tahun-tahun sulit. Diawali keputusan Chairman Dick dan beberapa
pemain andalan meninggalkan klub, diperparah kehadiran tim tangguh Pro Vercelli
dan Casale yang bergantian merebut posisi puncak. Pada 1915, Italia terlibat Perang Dunia I, berimbas pada penundaan kompetisi. Tak
hanya itu, beberapa pemain dan ofisial yang turut terjun dalam perang, sebagian
gugur atau hilang tak tahu rimbanya.
Juventus
baru meraih momentum kembali pada 1920 saat membungkam Genoa di final Grup
Utara, walaupun gagal mencicipi gelar juara yang jatuh ke tangan Inter Milan. Edoardo Agnelli, pemilik FIAT, mengambil alih Juventus
pada 1923. Ia membangun stadion untuk markas Juventus dan menyuntikkan semangat
baru yang mengantarkannya meraih scudetto kedua pada 1925, menekuk klub Alba
Roma dengan agregat 12-1.
–
Tahun berdiri:
1897
–
Markas: Stadion
Comunale, Turin (kapasitas 27.994 orang)
–
Julukan:
Bianconeri, The Old Lady
–
Warna kaos: hitam
dan putih
–
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa: Alessandro Del Piero
–
Juara Seri A:
sebanyak 28 kali yaitu pada tahun 1905, 1925-1926, 1930-1931, 1931-32,
1932-1933, 1933-34, 1934-35, 1949-1950, 1951-1952, 1957-58, 1959 -60, 1960-61,
1966-1967, 1971-1972, 1972-73, 1974-75, 1976-1977, 1977-78, 1980-81, 1981-82,
1983-84, 1985-86, 1994-1995 , 1996-97, 1997-98, 2001-02, 2002-03, 2011-12
–
Juara Coppa Italia:
sebanyak 9 kali yaitu pada tahun 1937-38 1941-42, 1958-59, 1959-1960, 1964-65,
1978-79, 1982-83, 1989-90, 1994-1995
–
Juara Liga Champions:
sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1984-85, 1995-1996
–
Juara Piala Winners:
sebanyak 1 kali yaitu pada tahun 1983-1984
–
Juara Piala UEFA/Liga Europa):
sebanyak 3 kali yaitu pada tahun 1976-1977, 1989-1990; 1992-1993
–
Juara Piala Interkontinental:
sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1985, 1996
–
Juara Piala Super Eropa:
sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1984, 1996
2.
11 PEMAIN TERBAIK JUVENTUS
Berikut
ini adalah deretan punggawa-punggawa Juventus yang berhasil menghadirkan trofi
bagi Juventus :
1. Antonio Conte
layak
dikedepankan sebagai sosok utama dalam Scudetto ke-28 Juventus. Sosok yang
diangkat sebagai pelatih Juventus di awal musim 2011/2012 langsung menghadirkan
trofi Serie A di tahun perdananya. Pria kelahiran Lecce, 31 Juli 1969 ini
merupakan eks punggawa Juventus dalam kurun waktu 1991 hingga 2004. Sewaktu
memperkuat Juventus, Conte menjadi sosok gelandang tangguh dan dianggap sebagai
salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang sejarah Bianconeri. Sehingga,
tidak heran Conte diangkat sebagai kapten tim sebelum akhirnya ban kapten
diberikan kepada Del Piero. Saat Del Piero mengalami cedera panjang selama
musim 1998-1999, ban kapten kembali melingkar di tangan Conte dan membawa
Juventus ke semifinal Liga Champions. Ban kapten tetap melingkar di tangan
Conte hingga musim 2001/2002. Pemiliki 419 caps dan 44 gol sepanjang karirnya
di Juventus tersebut pun sempat membawa Juventus ke partai puncak Liga
Champions 2002/2003 sebelum akhirnya kandas oleh AC Milan melalui adu penalti.
Sepanjang karirnya bersama Juventus, Conte telah mempersembahkan lima gelar
Serie A (1995,1997.1998,2002,2003), satu gelar Liga Champions (1996), satu
Piala Uefa (1993), serta satu Piala Intertoto (1999).
2.
John Hansen
menjadi
punggawa Juventus dalam rentang 1948 hingga 1954. Eks striker asal Denmark ini
mencetak 124 gol dalam 187 pertandingan sepanjang karirnya di Juventus. Selama
di Juventus, Hansen pun sempat menorehkan namanya sebagai Capocannoniere Serie
A musim 1951/1952 dengan raihan 30 gol. Eks pemain yang awalnya hampir
bergabung dengan rival sekota Juventus, Torino tersebut melegenda berkat duet
maut dengan kompatriotnya asal Denmark, Karl Aage Praest. Keran gol eks pemain
berperawakan tinggi tersebut mengalir deras berkat sodoran umpan-umpan Praest
yang bermain di sektor sayap. Duet Denmark tersebut pun berhasil menghantarkan
Juventus sebagai juara Serie A musim 1949/1950. Hansen sendiri pun mencetak 28
gol dalam 37 pertandingan. Di musim berikutnya, Juventus menghadirkan sosok
Denmark lainnya, Karl Aage Hansen. Berkat kerjasama Hansen bersama dua
kompatriotnya tersebut, Bianconeri berhasil merebut gelar scudetto pada musim
1951/1952. John Hansen pun dianugerahi gelar capocannoniere musim tersebut
dengan gelontoran 30 gol. Sepanjang enam tahun karirnya di Juventus, Hansen
telah mengoleksi 124 gol dari 87 pertandingan.
3.
Paolo Montero
dikenang
sebagai benteng pertahanan Juventus pada 1996 hingga 2005. Selain dikenal
sebagai sosok bek tangguh, pria asal Uruguay tersebut juga dikenal sebagai
sosok pemain yang tenang saat mengawal jantung pertahanan. Eks pemain yang
fasih bermain di sentral dan kiri pertahanan tersebut juga dikenal sebagai
pemain langganan kartu merah akibat dari gaya bermainnya yang cenderung keras.
Eks pemain yang mengakhiri karirnya bersama klub Uruguay, Penarol pada 2007 itu
merupakan pemain yang menerima kartu merah terbanyak di Serie A. Namun, eks
pemain yang didatangkan Juventus dari Atalanta tersebut berhasil menghadirkan
empat scudetti (1997, 1998, 2002, 2003), dua gelar Coppa Italia (2002 dan
2004), tiga gelar Super Coppa Italia (1997, 2002, 2003), Piala Super Erropa
(1996), Piala Interkontinental (1996), serta satu Piala Intertoto (1999).
4.
Pavel Nedved
didatangkan
Juventus dari Lazio pada bursa transfer musim panas 2001 untuk menggantikan
Zinedine Zidane yang dilepas Juventus ke Real Madrid. Sosok asal Republik Ceko
tersebut pun menjawab keraguan publik Delle Alpi. Eks pemain kelahiran 30
Agustus 1972 tersebut menghadirkan trofi scudetto di musim debutnya bersama La
Vecchia Signora. Semusim berselang, 2002/2003, eks pemain yang dijuluki Furia Cieca
oleh tifosi Juventus tersebut kembali menghadirkan scudetti kedua di tahun
keduanya di Delle Alpi. Pada tahun yang sama, Nedved juga berhasil membawa
Juventus ke final Liga Champions di Old Trafford. Nedved sendiri tidak bermain
di babak final akibat akumulasi kartu kuning. Meskipun gagal membawa Juventus
meraih trofi Liga Champions, Nedved dinobatkan sebagai Pesepakbola Eropa
Terbaik 2003. Selain trofi scudetto (2001/2002 dan 2002/2003), Sosok yang tetap
bertahan di skuad Bianconeri meskipun terdegradasi ke Serie B tersebut juga
menghadirkan trofi Super Coppa Italia di tahun yang sama. Nedved kemudian
mengundurkan diri dari kancah sepak bola pada akhir musim 2008/2009. Eks pemain
yang mengoleksi 247 caps dan 50 gol bersama sepanjang karirnya bersama Juventus
tersebut pun kini bergabung dalam jajaran manajemen Juventus.
5.
Gianluca Pessoto
bergabung
dengan Juventus pada 1995. Kehadiran Pessoto membantu Juventus menghadirkan
sebutan tim dengan pertahanan terkuat. Selama 12 tahun karirnya di Juventus
(1995-2006), eks bek tangguh itu telah mengoleksi 250 caps dan dua gol.
Sepanjang karirnya, eks pemain kelahiran 11 Agustus 1970 itu telah
menyumbangkan 4 scudetti (1997, 1998, 2002, 2003), 1 Coppa Italia (1995), 4
Super Coppa Italia (1995, 1997, 2002, 2003), Liga Champions (1996), Piala Super
Eropa (1996), Piala Interkontinental (1996), serta Piala Intertoto (1999).
6.
Gianluigi Buffon
tidak
diragukan lagi menjadi calon legenda Juventus. Pemain yang mengawali karirnya
bersama Parma tersebut berkembang menjadi salah satu kiper terbaik di dunia
saat ini. Terakhir, kiper yang dianugerahi gelar Kiper Terbaik Serie A delapan
kali tersebut berhasil membawa Juventus meraih scudetto 2011/2012. Sejak
didatangkan Juventus dari Parma pada 2001, Buffon menjadi sosok yang tak
tergantikan di bawah mistar gawang Juventus. Pemain yang mendapat julukan
Superman tersebut telah menghadirkan tiga scudetti bagi Juventus (2002, 2003,
2012), belum termasuk 2 scudetti yang dicabut. Buffon pun bersama Alessandro
Del Piero, David Trezeguet dan Pavel Nedved pun tetap setia di Delle Alpi
ketika Juventus didegradasi ke Serie B. Hingga saat ini, kiper yang membawa
Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 tersebut telah mengantungi 324 caps
bersama Juventus.
7.
Alessandro Del Piero
tak
pelak telah menjadi ikon Juventus sejak bergabung pada 1993. Del Piero layak
menjadi legenda Juventus setelah mencetak 207 gol dari 512 penampilan bersama
La Vecchia Signora di Serie A. Namanya pun termasuk ke dalam 125 pemain terbaik
di dunia versi Pele. Pemain yang biasa berposisi sebagai penyerang dan
penyerang lubang tersebut telah menyumbangkan 6 Scudetti bagi Bianconeri (1995,
1997, 1998, 2002, 2003, 2012), 2 gelar lainnya dicabut akibat skandal
calciopolli. Selain itu, pememgang rekor gol Juventus (289 gol) tersebut telah
menyumbangkan 4 Super Coppa Italia, 1 Coppa Italia, 1 Liga Champions, 1 Piala
Super Eropa, 1 Piala Intertoto, dan 1 Piala Interkontinental. Del Piero pun
tercatat sebagai pemain yang paling banyak membela Juventus di berbagai
kompetisi dengan 700 penampilan. Gelar Scudetto 2012 pun nampaknya akan menjadi
sumbangan gelar terakhir Del Piero untuk Juventus setelah kontraknya yang
berakhir musim ini tidak diperpanjang oleh pihak Juventus.
8.
Ciro Ferrara
merupakan
salah satu bek terbaik yang pernah bermain untuk Juventus. Sosok yang sempat
melatih Juventus pada musim 2010/2011 tersebut merupakan salah satu pilar
penting Juventus di dekade 90-an. Ferrara mengawali karir sepak bolanya bersama
Napoli. Sepuluh musim bersama Napoli, Ferrara kemudian hijrah ke Juventus pada
1994. Total 40 penampilan dan satu gol dicapai Ferrara di musim perdananya
bersama Juventus. Ferrara pun pernah tercacat sebagai kapten Juventus pada
rentang 1995 hingga 1996. Sosok kelahiran 11 Februari 1967 ini kemudian
berhasil menghadirkan 6 scudetti bagi Juventus, selain 1 Coppa Italia, 2
Supercoppa Italia, Liga Champions, Piala Uefa, Piala Interkontinental, dan
Piala Super Eropa. Deretan prestasi tersebut pun membuatnya dianggap sebagai salah
satu bek terbaik di dunia pada eranya. Ferrara kemudian pensiun dari sepak bola
sebagai pemain Juventus pada tahun 2005. Bersama Juventus, Ferrara telah
melakoni 253 caps dan 15 gol di Serie A.
9.
Michel Platini
merupakan
salah satu pesepak bola terbaik di dunia sepanjang sejarah. Bergabung bersama
Juventus pada 1982, Platini berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik
di masa itu. Legenda asal Perancis tersebut pun dua kali dinobatkan sebagai
peraih Ballon d’Or pada 1984 dan 1985, pemain pertama yang melakukannya sejak
penghargaan tresebut pertama kali diberikan pada 1982. Wajar, selama 5 musim
memperkuat Bianconeri, Platini telah menghadirkan 2 Scudetti (1984, 1986),
Coppa Italia (1983), Piala Winner (1984), Piala Interkontinental (1985), Piala
Super Eropa (1984). Platini sendiri kemudian pensiun sebagai pemain sepak bola
bersama Juventus pada 1987. Bersama Juventus di Serie A, Platini telah
mencicipi 147 caps dan 68 gol.
10.
Dino Zoff
tak
terlepaskan dari sejarah Juventus. Kiper peringkat tiga terbaik abad ke-20
versi IFFHS ini meraih 6 scudetti bersama Juventus (1973, 1975, 1977, 1978,
1981, 1982), 2 Coppa italia (1979, 1983), serta satu Piala UEFA (1977). Zoff
pun pernah tercatat sebagai pemain tertua dan terbanyak tampil di Serie A (570
pertandingan) sebelum akhirnya rekor tersebut dipecahkan oleh Marco Ballota dan
Paolo Maldini. Zoff memperkuat Juventus pada rentang 1972 hingga pnsiun pada
1983 dengan 330 penampilan di Serie A.
11.
Alessio Tacchinardi
merupakan
salah satu gelandang bertahan yang pernah dimiliki oleh Juventus. Bersama
Juventus, Tacchinardi telah meraih 17 trofi. Tacchinardi bahkan termasuk ke
dalam 50 pemain Juventus yang namanya dibadikan di stadion baru Juventus, The
Juventus Stadium. Sepanjang karirnya di Juventus, Tacchinardi meraih 5
Scudetti, 1 Piala Italia, 4 Piala Super Italia, 1 Piala Interkontinental, 1
Liga Champions, 1 Piala Intertoto, serta 1 Piala Super Eropa.
3.
PROFIL JUVENTUS STADIUM
Stadion Juventus (sebelumnya dikenal dengan nama Juventus
Arena) adalah sebuah nama stadion sepak bola di Torino, Piemonte yang menjadi stadion tuan rumah untuk pertandingan
klub sepak bola Juventus. Stadion ini resmi dibuka pada 8 September 2011 dan memiliki kapasitas 41.000
penonton.
Stadion ini dibangun di atas lahan
bekas Stadion Delle Alpi. Beberapa perbedaan antara stadion
sebelumnya dengan stadion yang baru ini, antara lain jarak tribun yang sangat
dekat dengan lapangan, yaitu sekitar 7,5 meter. Sementara jarak grandstand
utama stadion ini berjarak sekitar 49 meter dari lapangan. Stadion Juventus ini
mengambil model dari stadion-stadion di Inggris.
Stadion kandang Juventus sebelumnya
yaitu Stadion Delle Alpi dipakai pada tahun 1990 untuk
menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA 1990. Kepindahan klub ke Delle Alpi dari
stadion sebelumnya yaitu Stadion
Comunale dianggap
kontroversial pada saat itu. Kepindahan Juventus ke Delle Alpi juga dipenuhi
kritik karena jarak pandang dari tribun penonton ke lapangan dianggap terlalu
jauh dan menyulitkan bagi penonton yang datang sehingga menjadikan Juventus
saat itu justru lebih banyak yang menontonnya dari siaran langsung televisi.
Kapasitas Delle Alpi adalah 67.000 kursi tetapi hanya setengahnya saja yang
kerap terisi setiap Juventus bermain di sana.[4] Juventus kemudian membeli Delle Alpi dari Pemerintah
Daerah Torino pada tahun 2003.
Juventus kemudian pindah dari
stadion yang tidak populer tersebut pada tahun 2006 dan mulai berencana untuk
membangun tempat yang lebih menyenangkan bagi pemain dan penggemar. Saat itu,
mereka berbagi Stadion
Olimpiade Torino yang baru
direnovasi dengan klub sekota Torino F.C., yang juga kurang populer karena kapasitasnya yang
kecil.
Pada November 2008, klub mengumumkan
rencana untuk membangun stadion berkapasitas 41.000 penonton di bekas lokasi
Stadion Delle Alpi. Stadion baru tersebut dibangun dengan biaya €100 juta (£90
juta) dan diputuskan bahwa lintasan atletik yang menjadi ikon Delle Alpi akan
dihapuskan dan akan membuat stadion yang mirip dengan stadion sepak bola di Inggris. Juventus menjadi klub Italia pertama yang membangun
dan memiliki stadion sendiri.
Upacara pembukaan stadion diadakan
pada tanggal 8 September 2011, dengan pertandingan eksibisi sejarah melawan Notts County, sebuah tim sepak bola dari Nottingham, Inggris. Pertandingan berakhir 1–1 dengan gol dari Luca Toni dan Lee Hughes pada babak
kedua. Sebagai tanda terima kasih, Notts County kemudian mengundang Juventus
untuk bertanding kembali di Meadow Lane pada tahun
2012 untuk merayakan ulang tahun ke-150 klub tersebut.
Pertandingan resmi perdana Juventus
di stadion ini adalah pada laga pembuka musim Serie A 2011-12 tanggal 11 September 2011 melawan Parma. Stephan Lichtsteiner mencetak gol resmi pertama Juventus
di stadion ini pada menit ke-17. Juventus memenangi pertandingan ini dengan
skor 4–1.
Jumlah penonton terbanyak yang
datang ke Juventus Stadium tercatat mencapai angka 40.045 pada tanggal 20 Maret
2012 untuk pertandingan Piala Italia melawan AC Milan yang berakhir 2–2 dengan kemenangan agregat 3–2 untuk
Juventus. Sementara, jumlah penonton terbanyak yang menghadiri pertandingan
Serie A adalah 38.686 yang tercatat pada 22 April 2012 saat Juventus melawan AS Roma. Juventus memenangkan pertandingan tersebut dengan
skor dominan 4–0.
4. Daftar Nama Pemain Skuad Juventus
Terbaru 2015-2016
Tidak ada yang menyangkal kalau Si
Nyonya Tua adalah klub Serie terbaik saat ini dan sulit untuk ditaklukkan oleh
klub-klub sesama Liga Italia untuk urusan merebut Scudetto. Hal tersebut sudah
terlihat jelas pada kompetisi beberapa edisi terakhir.
Sebagai klub jawara, klub unggulan
dan juga klub besar yang kaya raya dibuktikan kepemilikan stadion sendiri, tak
heran kalau tim asal kota Turin ini selalu berupaya untuk membeli pemain
bintang. Akan tetapi ancaman pembajakan pemain oleh klub lain juga tak sedikit,
salah satu pemainnya yang diburu banyak klub besar adalah Paul Pogba dan sudah
resmi pindah ke Bayern Munchen adalah Arturo Vidal. Padahal pemain ini juga
sangat vital kontribusinya pada tim di sektor gelandang serang. Bersama Pogba,
ia mengantar Juve ke final Liga Champions musim lalu dan merebut Scudetto di
bawah tangan dingin Massimiliano Allegri.
Dominasi pemain Itali dalam skuad Juventus terbaru 2015-2016 masih cukup terasa walau banyak
pemain asing dari negara lain yang punya nama besar juga ikut dikontrak sejak
beberapa musim lalu. Nama besar Gigi Buffon masih ada dalam daftar, ada pula
Evra dan Khedira. Sayangnya Carlos Tevez sudah dijual ke klub lain yaitu dibeli
oleh klub asal negaranya, Boca Juniors yang merupakan salah satu klub terbaik
di Argentina.
Kiper Juventus
Gianluigi Buffon (Italia) 37 tahun
Rubinho (Brasil) 33 tahun
Emil Audero (Italia) 18 tahun
Neto (Brasil) 26 tahun
Bek Juventus
Andrea
Barzagli (Italia) 34 tahun
Hordur Magnusson (Islandia) 22 tahun
Leonardo Bonucci (Italia) 28 tahun
Martin Caceres (Uruguay) 28 tahun
Giorgio Chiellini (Italia) 30 tahun
Paolo De Ceglie (Italia) 28 tahun
Patrick Evra (Perancis) 34 tahun
Stephan Lichtsteiner (Swiss) 31 tahun
Giulio Parodi (Italia) 17 tahun
Filippo Romagna (Italia) 18 tahun
Daniele Rugani (Italia) 21 tahun
Gelandang Juventus
Kwadwo
Asamoah (Ghana) 26 tahun
Mauricio Isla (Chili) 27 tahun
Sami Khedira (Jerman) 28 tahun
Roman Macek (Republik Ceko) 18 tahun
Claudio Marchisio (Italia) 29 tahun
Simone Padoin (Italia) 31 tahun
Roberto Pereyra (Argentina) 24 tahun
Paul Pogba (Perancis) 22 tahun
Stefano Sturaro (Italia) 22 tahun
Andres Tello (Kolombia) 18 tahun
Guido Vadala (Argentina) 18 tahun
Mattia Vitale (Italia) 17 tahun
Penyerang / Striker Juventus
Alberto
Cerri (Italia) 19 tahun
Luca Clemenza (Italia) 18 tahun
Kingsley Coman (Perancis) 19 tahun
Paulo Dybala (Argentina) 21 tahun
Mario Mandzukic (Kroasia) 29 tahun
Alvaro Morata (Spanyol) 22 tahun
Simone Zaza (Italia) 24 tahun
5. PROFIL PELATIH JUVENTUS 2014 - ....
(MASSIMILIANO ALLEGRI)
Massimiliano Allegri (lahir 11 Agustus 1967;
umur 48 tahun) adalah seorang manajer
dan mantan pemain sepak
bola Italia. Saat ini
ia melatih di Juventus
FC. Sebelumnya ia
adalah pelatih kepala klub Serie A, Milan hingga Januari 2014. Pada musim 2010–11, Allegri membawa tim asuhannya Milan
memenangkan trofi liga Serie A pertamanya sejak terakhir kali tahun 2004.
Awal
kariernya dihabiskan untuk bermain di liga yang lebih rendah, termasuk di klub
kota kelahirannya Livorno,
Allegri bergabung dengan Pescara pada tahun 1991. Pescara kemudian
berhasil promosi ke Serie
A pada tahun 1992.
Allegri adalah seorang pemain yang luar biasa untuk Pescara di Serie A.
Meskipun akhirnya timnya terdegradasi, namun Allegri mencetak 12 gol yang
mengesankan dari lini tengah. Dia pindah ke Cagliari dan kemudian ke Perugia dan Napoli sebelum kembali ke Pescara. Ia juga
sempat membela klub Pistoiese dan Aglianese sebelum akhirnya pensiun dari sepak bola aktif pada tahun
2003.
Prestasi
Manajer
Sassuolo
Milan
Juventus
REFRENSI: