Struktur Organisasi Abad 21
Henry Fayol mengarang buku
"General and Industrial management". Pada tahun 1916, dengan
sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan produktivitas pabrik
dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu organisasi yang
kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode ajaran manajemen yang
lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol berkeyakinan keberhasilan para
manajer tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi karena adanya
penggunaan metode manajemen yang tepat. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa
pandangannya tentang manajemen yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi
lebih merupakan satu keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami
prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan. Fayol membagi
kegiatan dan operasi perusahaan ke dalam 6 macam kegiatan :
a. Teknis
(produksi) yaitu berusaha menghasilkan dan membuat barangbarang produksi.
b. Dagang
(Beli, Jual, Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian bahan mentah
dan menjual hasil produksi.
c. Keuangan
(pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha mendapatkan dan
menggunakan modal.
d. Keamanan
(perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi pekerja dan
barang-barang kekayaan perusahaan.
e. Akuntansi
dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang, keuntungan dan
neraca, serta berbagai data statistik.
f. Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi :
1)
Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan
organisasi mencapai tujuan-tujuannya.
2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
3) Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka
4) Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.
5) Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.
2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
3) Memerintah (Commanding) dengan memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka
4) Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.
5) Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.
Selain hal-hal pokok diatas, masih ada beberapa ajaran Fayol lainnya yaitu :
1. Keterampilan yang dibutuhkan oleh manajer tergantung kepada tempat pada tingkatan organisasi, yang rendah lebih membutuhkan keterampilan dan kemampuan teknis dibandingkan dengan keterampilan manajerial pada manajer tingkat atas.
2. Kemampuan dan ketrampilan manajemen harus diajarkan dan dipelajari, sehingga tidak mungkin hanya diperoleh melalui praktek, timbul tenggelam seperti orang belajar menyelam tanpa guru.
3. Kernampuan dan keterampilan manajemen dapat diterapkan pada segala bentuk dan jenis organisasi, seperti rumah tangga, pemerintah, partai, industri dan lainlain.
4. Prinsip-prinsip manajemen lebih baik daripada hukum manajemen, karena hukum bersifat kaku, sedang prinsip bersifat lebih luwes, sehingga dapat disesuaikan pada keadaan yang dihadapi.
5. Ada 14
macam prinsip manajemen dari Fayol, yaitu :
a. Pembagian
kerja (Division of labor), yaitu sernakin mengkhusus manusia dalam
pekerjaannya, semakin efisien kerjanya, seperti terdapat pada ban
berjalan.
b. Otoritas
dan tanggung jawab (Authority and Responsibility) diperoleh melalui perintah
dan untuk dapat memberi perintah haruslah dengan wewenang formil. Walaupun
demikian wewenang pribadi dapat mernaksa kepatuhan orang lain.
c. Disiplin
(discipline), dalam arti kepatuhan anggota organisasi terhadap aturan dan
kesempatan. Kepemimpinan yang baik berperan penting bagi kepatuhan ini dan juga
kesepakatan yang ad ii, seperti penghargaan terhadap prestasi serta penerapan
sangsi hukum secara adil terhadap yang menyimpang.
d. Kesatuan
komando (Unity of commad), yang berarti setiap karyawan hanya menerima perintah
kerja dari satu orang dan apabila perintah itu datangnya dari dua orang atasan
atau lebih akan timbul pertentangan perintah dan kerancuan wewenang yang harus
dipatuhi.
e. Kesatuan
pengarahan (unity of Direction), dalam arti sekelompok kegiatan yang mempunyai
tujuan yang sarna yang harus dipimpin oleh seorang manajer dengan satu rencana
kerja.
f.
Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan umum
(Subordination of Individual interest to general interes), yaitu kepentingan
perorangan dikalahkan terhadap kepentingan organisasi sebagai satu keseluruhan.
g.
Renumerasi Personil (Renumeration of personnel), dalam arti imbalan yang adil
bagi karyawan dan pengusaha.
h.
Sentralsiasi (Centralisation), dalam arti bahwa tanggung jawab akhir terletak
pada atasan dengan tetap memberi wewenang memutuskan kepada bawahan sesuai
kebutuhan, sehingga kemungkinan adanya desentralisasi.
i. Rantai
Skalar (Scalar Chain), dalam arti adanya garis kewenangan yang tersusun
dari tingkat atas sampai ke tingkat terendah seperti tergambar pada bagan
organisasi.
j.
Tata-tertib (Order), dalam arti terbitnya penempatan barang dan orang pada
tempat dan waktu yang tepat.
k. Keadilan
(Equity), yaitu adanya sikap persaudaraan keadilan para manajer terhadap
bawahannya.
l.
Stabilitas masa jabatan (Stability of Penure of Personal) dalam arti tidak
banyak pergantian karyawan yang ke luar masuk organisasi.
m. Inisiatif
(Initiative), dengan memberi kebebasan kepada bawahan untuk berprakarsa dalam
menyelesaikan pekerjaannya walaupun akan terjadi kesalahan-kesalahan.
n. Semangat
Korps (Esprit de Corps), dalam arti meningkatkan semangat berkelompok dan
bersatu dengan lebih banyak menggunakan komunikasi langsung daripada komunikasi
formal dan tertulis.
Banyak
kritik yang dilemparkan kepada teori organisasi dan peranannya terhadap prilaku
manajer yang efektif. Juga keyakinannya bahwa prinsip-prinsip manajemen itu
dapat diajarkan dan dipelajari. Kritik terhadap teori salah satu datang dari
Henry Mintzberg yang menyatakan bahwa teori ini hanya sesuai untuk organisasi
masa lampau yang lebih stabil dengan lingkungan yang lebih mudah diramalkan.
Teori ini juga terlalu berpegang kepada kewenangan formil dan sering antara
satu prinsip
tidak sejalan dengan prinsip lainnya, seperti antara prinsip “Division of Labor”
dengan “Unity of Command
tidak sejalan dengan prinsip lainnya, seperti antara prinsip “Division of Labor”
dengan “Unity of Command
Organisasi Lini
Organisasi Garis/ Lini adalah
suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang langsung secara vertical dan
sepenuhnya dari kepemimpinan terhadap bawahannya
Bentuk lini juga disebut bentuk
lurus atau bentuk jalur. Bentuk ini merupakan bentuk yang dianggap paling tua
dan digunakan secara luas pada masa perkembangan industri pertama. Organisasi
Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol
Ciri :
1.
Hubungan
antara pimpinan & bawahan masih bersifat langsung melalui satu garis
wewenang
2.
Selain top
manajer , manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana
3.
Jumlah
karyawan sedikit
4.
Sarana dan
alatnya terbatas
5.
Bentuk lini
pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah sebagai top manajer
6.
Organisasi
kecil
Keuntungan
dari struktur organisasi ini adalah :
1.
Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando
2.
Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar
3.
Proses decesion making berjalan cepat
4.
Disiplin dan
loyalitas tinggi
5.
Rasa saling pengertian antar anggota tinggi
Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
1)
Ada tendensi
gaya kepernimpinan otokratis
2)
Pengembangan
kreatifitas karyawan terhambat
3)
Tujuan top
manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi
4)
Karyawan
tergantung pada satu orang dalam organisasi
Gambar struktur organisasi Lini :
Pendapat & Kesimpulan
Setelah saya membaca teori dari
Hendry Fayol, ciri-ciri struktur organisasi dan kekurangan kelebihan dari
struktur organisasi tersebut organisasi lini sangat ideal karena didalam
organisasi ini direktur berhubungan langsung dengan bawahannya selain itu
organisasi ini sangat berpengaruh terhadap semua karyawannya karena didalam
organisasi ini karyawan sangat solid dan kompak dalam melakukan pekerjaannya
karena didalam organisasi ini hanya memiliki karyawan yang sedikit maka setiap
karyawan mampu melakukan diskusi yang cepat dan memiliki tingkat daya fikir dan
displin yang tinggi dan mampu mengerti karyawan yang satu dengan karyawan yang
lainnya.
Didalam
organisasi ini juga terdapat kekurangannya tetapi kekurangan di organisasi ini
dapat diatasi dengan kelebihan organisasi ini karena dengan saling
mengerti,solidaritas yang tinggi dan karyawan yang memiliki displin dan
berfikir yang tinggi maka organisasi ini dapat berjalan dengan baik dan mampu
menjalankan perusahaan yang mampu meningkatkan lagi kinerja perusahaan yang
lebih baik lagi.
Sumber:
http://zhopio-chalicee.blogspot.com/2013/01/macam-macam-bentuk-struktur-organisasi_7366.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar