Jumat, 01 Mei 2015

Faktor-Faktor Pendorong Industrialisasi


11.1    Faktor-Faktor Pendorong Industrialisasi
Setiap negara akan melewati intensitas dari prosesindustrialisasi yang berbeda satu sama lainnya. Hal inidisebabkan:
·         Perbedaan kemampuan dalam mengembangkanteknologi dan inovasi
·         Laju pertumbuhan pendapatan nasional perkapita yang berbeda dan Faktor-faktor lainnya.

Faktor pendorong Industri lainnya:
12          Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri
13          Besarnya pasar dalam negeri yang ditentukan oleh kombinasiantara jumlah populasi dengan tingkat pendapat nasional riilperkapita
14          Ciri industrialisasi atau cara pelaksanaannya, misalnya:
▪ Tahapan dari implementasi
▪ Jenis industri yang diunggulkan
▪ Pola pembangunan sektor industri
▪ Insentif yang diberikan
15          Keberadaan SDA, negara kaya biasanya cenderung tidak/terlembatmelakukan industrialisasi atau prosesnya relatif berjalan lambat.
16          Kebijakan atau strategi pemerintah yang diterapkan, misalnya:pinjaman suku bunga rendah, kebijakan pajak, dll.

Faktor pendorong industrialisasi (perbedaan intesitas dalam proses industrialisasi antar negara) :
17          Kemampuan teknologi dan inovasi
18          Laju pertumbuhan pendapatan nasional per kapita
19          Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri. Negara yang awalnya memiliki industri dasar/primer/hulu seperti baja, semen, kimia, dan industri tengah seperti mesin alat produksi akan mengalami proses industrialisasi lebih cepat
20          Besar pangsa pasar DN yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk. Indonesia dengan 200 juta orang menyebabkan pertumbuhan kegiatan ekonomi
21          Ciri industrialisasi yaitu cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi, jenis industri unggulan dan insentif yang diberikan.
22          Keberadaan SDA. Negara dengan SDA yang besar cenderung lebih lambat dalam industrialisasi
23          Kebijakan/strategi pemerintah seperti tax holiday dan bebas bea masuk bagi industri orientasi ekspor.

Reference:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar