Jumat, 01 Mei 2015

Keterkaitan Pertanian dengan Industri manufaktur

10.3     Keterkaitan Pertanian dengan Industri manufaktur
Kondisi industry di Indonesia ketika diterpa krisis ekonomi menunjukan bahwa strategi pengembangan industry yang selalu mengandalkan industi manufaktur ternyata sangat rapuh. Di sisi lain tampak kebutuhan akan pengembangan industry pertanian yang berbahan baku pertanian local semakin mendesak untuk ditangani
Industry pertanian sebagaimana industry manufaktur lainnya mempunyai keterkaitan sangat erat dengan berbagai komponen penyusunnya sehingga pendekatan secara komprehensif sangat diperlukan saat penyediaan solusi permasalahan yang tepat sasaran.
Perkembangan indusri pertanian merupakan salah satu kegiatan ekonomi Indonesia yang memiliki prospek cerah untuk menjadi tulang punggung pembangunan dengan landasan idealism petanian yang kuat.Factor pendukung industry pertanian yang utama adalah terdapatya sumber daya alam yang selalu dapat diperbarui dan keterkaitannya dengan tingkat tekologi yang semakin maju.Factor kedua adalah terdapatnya cukup banyak tenaga kerja yang kerja dengan latar belakang pendidikan yang memadai.Industry pertanian merupakan kegiatan untuk mendapatkan nilai tambah yang optimal dari bahan mentah hasil pertanian sehingga dapat menjadi wahana peningkatan kemakmuran ekonomi masyarakat.Factor ketiga adalah pasar domestic dan international yang selalu membutuhkan produk pertanian.
Pengkajian pengembangan dan penerapan teknologi dengan melibatkan ilmu-ilmu kimia, matematik, fisika, keteknikan dan biologi untuk konservesi tanah, memproduksi hasil pertanian dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk sajian termasuk cara-cara pengawetannya, yang mempunyai nilai tambah di dalam kualitas, nilai gizi dan daya gunanya serta siap untuk dimanfaatkan sebagai bahan industry, perdanganan dan bahan konsumsi dengan mengadakan optimasi proses dan manajemen di dalam system produksi hayati.
Salah satu penyebab krisis ekonomi adalah kesalahan industrialisasi yg tidak berbasis pertanian.Hal ini terlihat bahwa laju pertumbuhan sector pertanian (+) walaupu kecil, sedangkan industri manufaktur (-). Jepang, Taiwan & Eropa dlm memajukan industri manufaktur diawali dg revolusi sector pertanian.

Alasan sector pertanian harus kuat dlm proses industrialisasi:
·        Sektor pertanian kuat; pangan terjamin, tidak ada lapar, dan kondisi social politik stabil
·        Sudut Permintaan; Sektor pertanian kuat, pendapatan riil perkapita naik, permintaan oleh petani thd produk industri manufaktur naik berarti industri manufaktur berkembang &output industri menjadi input sektor pertanian
·        Sudut Penawaran; permintaan produk pertanian sebagai bahan baku oleh industri manufaktur.
·        Kelebihan output siktor pertanian digunakan sebagai investasi sektor industri manufaktur seperti industri kecil dipedesaan.
Kenyataan di Indonesia keterkaitan produksi sektor pertanian dam industri manufaktur sangat lemah dan kedua sektor tersebut sangat bergantung kepada barang impor.

Reference:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar