Jumat, 01 Mei 2015

Sistem ekonomi Kapitalis/ Liberal Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalisme)

2/3.4 Sistem ekonomi Kapitalis/ Liberal
Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalisme)

Dasar bekerjanya system ini adalah adanya kegiatan ‘invisiblehand’/ tangan-tangan yang tidak terlihat, ini dicetuskan oleh ahli Ekonomi Adam Smith yang berjudul ‘The Theory of Sentiments’ menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonominya (1759). Dasar ini dari paham kebebasan dan sejalan dengan pandangan ekonomi klasik, dimana mereka menganut paham ‘Laissez faire’, yang mengendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonomi dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah. Karena mereka menganggap bahwa keseimbangan ekonomi/pasar akan tercipta dengan sendirinya. Mekanisme pasarlah yang akan mengaturnya, kekuatan permintaan penawran-lah yang akan mewujudkannya.

Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :
·         Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
Kepemilikan faktor-faktor produksi di tangan individu (swasta). Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
·         Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi, diserahkan kepada pemilik factor produksi dan akan dikoordinir oleh mekanisme pasar yang berlaku 
·         Rangsangan sensitive
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Dengan terjadinya resendi dunia pada sekitar tahun 1930-an, kejayaan system ini seakan-akan berakhir.Dari kejadian itulah kemudian muncul pandangan-pandangan untuk memperbaiki system ini. J.M. Keynes berpendapat bahwa negara yang merupakan suatu kekuatan diluar system liberalis ini haruslah ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi agar pekerjaan selalu tersedia bagi semua warganya

Kelebihan-kelebihan sistem ekonomi Kapitalis
·         Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
·         Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
·         Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
Kelemahan-kelemahan sistem ekonomi Kapitalis
·         Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
·         Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
Referensi :


Awan Santoso,2013Perekonomian Indonesia: Masalah,potensi dan Alternatif Solusi.Yogyakarta ,Graha Ilmu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar