2/3.4
Sistem ekonomi
Kapitalis/ Liberal
Sistem
Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalisme)
Dasar
bekerjanya system ini adalah adanya kegiatan ‘invisiblehand’/ tangan-tangan
yang tidak terlihat, ini dicetuskan oleh ahli Ekonomi Adam Smith yang berjudul
‘The Theory of Sentiments’ menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonominya
(1759). Dasar ini dari paham kebebasan dan sejalan dengan pandangan ekonomi
klasik, dimana mereka menganut paham ‘Laissez faire’, yang mengendaki kebebasan
melakukan kegiatan ekonomi dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah.
Karena mereka menganggap bahwa keseimbangan ekonomi/pasar akan tercipta dengan
sendirinya. Mekanisme pasarlah yang akan mengaturnya, kekuatan permintaan
penawran-lah yang akan mewujudkannya.
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :
·
Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
Kepemilikan faktor-faktor produksi di tangan individu (swasta). Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
Kepemilikan faktor-faktor produksi di tangan individu (swasta). Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
·
Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi, diserahkan kepada pemilik factor produksi dan akan dikoordinir oleh mekanisme pasar yang berlaku
Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi, diserahkan kepada pemilik factor produksi dan akan dikoordinir oleh mekanisme pasar yang berlaku
·
Rangsangan sensitive
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Dengan terjadinya resendi dunia pada
sekitar tahun 1930-an, kejayaan system ini seakan-akan berakhir.Dari kejadian
itulah kemudian muncul pandangan-pandangan untuk memperbaiki system ini. J.M.
Keynes berpendapat bahwa negara yang merupakan suatu kekuatan diluar system
liberalis ini haruslah ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi agar pekerjaan
selalu tersedia bagi semua warganya
Kelebihan-kelebihan sistem ekonomi
Kapitalis
·
Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan
distribusi barang-barang.
·
Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya
kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
·
Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu
dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
Kelemahan-kelemahan sistem ekonomi
Kapitalis
·
Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak
sempurna dan persaingan monopolistik.
·
Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara
efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang
menekan upah buruh dan lain-lain).
Referensi
:
Awan Santoso,2013Perekonomian
Indonesia: Masalah,potensi dan Alternatif Solusi.Yogyakarta ,Graha Ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar