5.3 Pertumbuhan Ekonomi selama orde baru
hingga saat ini
Pengalaman pahit pemerintahan Orde lama menyebabkan pemerintahan
Orde baru tidak memilih sistem ekonomi Kapitalis-Liberal maupun
Etatisme.Keberhasilan pengelolaan ekonomi Orde baru tidak bertahan lama.Tetapi
ini bukan karena sistem ekonomi yang dipilihnya. Menurut Prof. Dr. Emil Salim
(1979) seorang tenokrat ekonomi saat itu dalam sebuah wawancara di Majalah
Tempo (Juni 2000), penyebab kerusakan pengelolaan perekonomian Indonesia selama
sepuluh tahun terakhir adalah maraknya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN),
khususnya antara, pengusaha dan penguasa (pejabat pemerintahan-negara). Ditambah
dengan kebijakan-kebijakan dan pengeksploitasian sumber daya alam secara
besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di
Indonesia.KKN ini membawa dampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Pada
tanggal 21 Mei 1998 presiden Soeharto, yang baru sekitar 70 hari terpilih
menjadi presiden RI 1998-2003, mengundurkan diri dari jabatannya. Saat itulah
dianggap merupakan akhir periode pemerintahan Orde baru
Refensi:
Sebagian orang berpendapat bahawa sistem yang
digunakan sekarang lebih condong ke barat atau disebut sistem ekonomi
liberal/kapitalis, sistem yang membebaskan segala macam bentuk kegiatan
ekonomi.Pemerintah tak ada urusan dengan ekonomi yang dilakukan oleh rakyat.
Mereka semua mendapat hak yang sama untuk berkreatifitas tak ada larangan.
Intinya adalah sistem ini semua bebas melakukan apa saja sehingga tak
mengherankan kaum pemodal atau kapital menjadi kaum yang super power pada
sistem ekonomi sehingga membuat yang miskin semakin miskin, eksploitasi
besar-besaran terhadap sumber daya alam, kesenjangan sosial, itulah yang
terjadi pada perekonomian Indonesia. Sistem ekonomi liberal atau kapitalis yang
tidak lama lagi akan menuju neo-liberal. Indikasi sistem perekonomian Indonesia
diarahkan untuk mengikuti mekanisme pasar disamping dominasi kekuatan korporasi
swasta yang semakin menguat.Sistem neo-liberal ini semakin subur manakala bola
salju globalisasi semakin memasuki berbagai sendi-sendi kehidupan. Semula
globalisasi masih terkait dengan bidang informasi dan komunikasi, namun bola
salju globalisasi semakin membesar dan menggulung bidang lainnya termasuk
sektor ekonomi,politik. Contohnya saja Harga BBM sudah didesak agar secara
bertahap mengikuti harga internasional.Di Indonesia sendiri dapat dihitung para
konglomerat yang menguasai perekonomian, itu hanya ada segelintir orang
saja.Kondisi ini terjadi sebagai konsekuesi kita menganut sistem kapitalis.
Sebenarnya sistem inilah yang dijalan kan di Indonesia walaupun pemerintah
tidak mengakuinya secara terbuka.
Masuknya Sistem tersebut dapat kita lihat dari beberapa Indikator yaitu :
·
Dihapusnya berbagai
subsidi untuk masyarakat secara bertahap, sehingga harga barang barang
strategis ditentukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar.
·
Nilai Kurs rupiah tidak
boleh dipatok dengan kurs tetap, sehingga besar kecilnya kurs rupiah akan
ditentukan oleh mekanisme pasar.
·
Perusahaan BUMN mulai beralih ke pihak swasta, sehingga peran
pemerintah semakin berkurang.
·
Keikutsertaan bangsa
Indonesai dalam kancah WTO dan perjanjian GATT yang semakin menunjukan komitmen
bangsa Indonesia dalam tata liberalisme dunia.
Dampak positif yang di timbulkan dari sistem kapitalis
ini yaitu dari aspek permodalan, kita dapat dengan mudah mendapatkan modal
dengan cepat dari investor asing sedangkan dampak negatif dari sistem ini
banyak terjadi masalah-masalah seperti pengangguran, kemiskinan, krisis ekonomi
dan hutang luar negeri yang tinggi.
Namun meskipun demikian, bagi saya pribadi
perekonomian Indonesia bisa dikatakan cukup memperlihakan peningkatan yang bisa
dibanggakan.Terlihat pada saat terjadi krisis global, dimana banyak negara di
dunia mengalami krisis namun tidaklah demikian di Indonesia.Indonesia masih
bisa bertahan dari krisis ekonomi. Walaupun masih dapat bertahan, sudah
seharusnyalah pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia sadar untuk memperbaiki
perekonomian Indonesia yang lebih baik lagi dengan memberantas KKN, memangkas
pengeluaran pemerintah, membuka lapangan pekerjaan, dan lebih memperhatian
rakyat demi terciptanya kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pada intinya
kerjasamalah yang dibutuhkan bangsa ini untuk mewujudkan tujuan tersebut
Rahardja Pratama, Mandala
Manurung, 2004. Teori Ekonomi Makro Suatu
Pengantar, Jakarta: LP-FEUI
https://yuniariani37.wordpress.com/2014/07/07/pdb-pertumbuhan-dan-perubahan-struktur-ekonomi/
https://restyresty.wordpress.com/2012/06/06/sejarah-perekonomian-indonesia/
https://restyresty.wordpress.com/2012/06/06/sejarah-perekonomian-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar